Pabrik Global ‘Pindah Rumah’! RI Kecipratan Cuan ‘Friend-shoring’ Gak?

Pabrik Global ‘Pindah Rumah’! RI Kecipratan Cuan ‘Friend-shoring’ Gak?

Lagi ramai istilah baru: ‘Friend-shoring’. Artinya? Negara-negara besar (kayak AS) ogah lagi bangun pabrik di negara yang ‘musuhan’. Mereka mau ‘pindah rumah’ ke negara yang ‘temenan’ (friend) aja.

Ini semua gara-gara perang dagang AS-Tiongkok. Rantai pasok global yang dulu ‘satu jalur’, sekarang pecah kongsi. Semua negara parno, semua mau amanin pabriknya sendiri. Vietnam, India, dan Malaysia udah ‘gercep’ nawarin diri.

Posisi RI: Si Paling ‘Neutral’

Indonesia di mana? Kita main ‘aman’. Kita ‘temenan’ sama AS, kita juga ‘mesra’ sama Tiongkok. Ini jurus ‘bebas aktif’ kita. Ini bisa jadi peluang emas buat narik pabrik-pabrik yang ‘pindah’ itu.

Tapi, jadi ‘neutral’ aja nggak cukup. Investor bule itu butuh kepastian hukum (UU Cipta Kerja), infrastruktur (jalan tol, pelabuhan), dan talenta siap kerja. Proyek Hilirisasi Nikel dan IKN adalah ‘gimmick’ jualan kita. Pertanyaannya: mereka ‘tertarik’ nggak?

Intisari:

  1. ‘Friend-shoring’ adalah tren global baru di mana investasi pabrik pindah ke negara ‘sekutu’.
  2. Ini adalah dampak langsung dari perang dagang AS-Tiongkok yang memecah rantai pasok.
  3. Posisi ‘neutral’ Indonesia adalah keunggulan unik untuk menarik investasi dari kedua kubu.
  4. PR Indonesia adalah membenahi regulasi dan infrastruktur agar beneran dilirik investor.