Gaya desain interior Wabi-Sabi dan Minimalis Jepang telah menjadi sangat populer di seluruh Asia sebagai penyeimbang terhadap gaya hidup perkotaan yang serba cepat dan konsumtif. Wabi-Sabi merayakan ketidaksempurnaan, ketidakabadian, dan kesederhanaan, sementara Minimalis fokus pada fungsi, garis bersih, dan penghilangan barang yang tidak perlu.
Wabi-Sabi mengajarkan apresiasi terhadap materi alami yang menua seiring waktu, seperti kayu kasar, keramik yang tidak sempurna, dan tekstil organik. Prinsip ini menciptakan ruang yang tenang, membumi, dan memberikan rasa damai yang mendalam, sangat dibutuhkan di tengah hiruk pikuk kota-kota besar Asia.
Desain Minimalis Jepang menekankan pada “kurang adalah lebih”. Setiap benda di rumah harus memiliki tujuan dan nilai estetika. Hal ini membantu penghuni menghindari clutter dan menumbuhkan rasa ketenangan dan fokus, sejalan dengan prinsip mindfulness dan kehidupan yang teratur.
Perpaduan kedua gaya ini menghasilkan tren interior yang fungsional, tenang, dan kaya akan tekstur alami. Ini adalah gaya hidup yang mendorong konsumen untuk berinvestasi pada kualitas, bukan kuantitas, menciptakan hunian yang tidak hanya indah tetapi juga mendukung kesejahteraan mental dan spiritual penghuninya.
