Asia sedang menyaksikan gelombang pembangunan proyek infrastruktur raksasa, mulai dari jalur kereta api berkecepatan tinggi, bendungan besar, hingga pengembangan kota baru. Namun, proyek-proyek ambisius ini seringkali tidak lepas dari kontroversi, memicu perdebatan sengit tentang dampak lingkungan, penggusuran masyarakat lokal, dan transparansi pendanaan.
Salah satu sumber kontroversi terbesar adalah dampak lingkungan. Pembangunan megaproyek sering menyebabkan deforestasi, hilangnya keanekaragaman hayati, dan polusi, bertentangan dengan upaya kolektif Asia menuju netralitas karbon. Protes lingkungan yang semakin agresif seringkali muncul sebagai respons.
Selain itu, masalah penggusuran paksa masyarakat adat dan komunitas lokal tanpa kompensasi yang adil menjadi isu HAM yang serius. Konflik kepentingan antara pembangunan dan hak-hak masyarakat memicu ketegangan sosial yang signifikan.
Transparansi pendanaan proyek, terutama yang melibatkan investasi asing berskala besar, juga kerap dipertanyakan. Kekhawatiran muncul mengenai potensi korupsi dan beban utang yang berlebihan bagi negara penerima.
Proyek infrastruktur raksasa di Asia memicu kontroversi terkait dampak lingkungan, penggusuran masyarakat lokal, dan transparansi pendanaan. Isu deforestasi, kehilangan keanekaragaman hayati, dan penggusuran paksa menjadi sorotan, sementara kekhawatiran utang dan korupsi turut mengiringi.

